Sabtu, 07 Oktober 2017

Aliran Rasa Tantangan 10 Level #8

Hal yang paling berkesan dan bernar-benar merubah cara berfikir saya semenjak menemukan tulisan dari Bu Septi "Rezeki itu pasti, kemuliaan yang harus dicari". Dahulu saya berfikir bahwa sangat sayang sekali bagi seorang perempuan berpendidikan tinggi jika tidak berkarya di ranah publik. Namun itu semua berubah 360 derajat setelah saya mengenal bu Septi dan Ibu Profesional. Seorang ibu memang harus berpendidikan tinggi untuk mendidik putra-putrinya kelak dan bekerja bukan sebuah keharusan. Islam sangat memuliakan perempuan, bagi seorang perempuan bekerja saja bukan sunah apalagi wajib. Bagi saya mandiri secara finansial itu penting jadi tidak boleh ditinggalkan juga.
Menjemput rezeki itu bisa dari pintu manapun, namun kemuliaan dan tugas utama seorang wanita harus lebih diprioritaskan.

Belajar tentang finansial tidak bisa berhenti, harus senantiasa berkelanjutan. Pencatatan menjadi bagian yang harus saya perbaiki. Pencatatan ini yang akan menjadi dokumentasi sejauh mana kita belajar, hal-hal apa saja yang harus kita perbaiki, dan kendala apa yang menjadi tantangan terbesar bagi kita. Semoga lebih dimudahkan lagi dalam menata keuangan, Aamiiin.

#KuliahBunsayIIP
#Tantangan10Hari
#Level8
#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari
#CerdasFinansial

Selasa, 26 September 2017

Tantangan 10 Level #8 H10

Hari kesepuluh. Belajar tentang mengelola keuangan, saya belajar dari ibu. Setelah beberapa waktu saya kembali ke rumah, saya amati ibu dan kemudian kami berbincang. Bu sekarang lebih hemat ya, tak sering belanjanya. Ibu menjawab, iya apalagi kalau sejak lama kita punya lemari es pasti dari dulu kita hematnya. Cerita tentang lemari es ini agak panjang, bapak yang dari dulu menentangnya. Entah apa yang bapak pertimbangkan, jadi kita baru punya setelah putra-putri beliau bekerja. Itu pun saya yang ngotot untuk minta :)

Semenjak punya lemari es ibu memang lebih jarang belanja, dahulu hampir setiap hari belanjanya tapi sekarang beberapa kali saja bahkan kadang tidak belanja sama sekali. Selain itu, ibu juga mempunyai hobi menanam sayuran yang sekarang juga menjadi ketertarikan saya untuk senang berkebun. Jadi sayuran yang dimasak bisa diambil langsung dari kebun. Hobi berkebun ini ternyata menyenangkan, sayurannya lebih terjaga kualitasnya dan lebih hemat. Semoga tunas-tunas itu segera tumbuh dan bisa dipanen :)

#KuliahBunsayIIP
#Tantangan10Hari
#Level8
#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari
#CerdasFinansial

Tantangan 10 Level #8 H9

Adakalanya tetiba harus pergi diluar rencana dan tak mungkin tanpa anggaran.   Di saat seperti ini, yang bisa dioptimalkan adalah anggaran operasional. Bagaimana memeneg jatah uang yang masih ada, agar bisa sampai akhir bulan. Walau ada kebocoran, namun tetap bocornya masih harus dalam jangkauan anggaran operasional. Jadi jangan sampai mengambil dana tabungan.

Evaluasi sampai hari ini, ternyata banyak anggaran yang tak terduga. Mulai dari beli buku, dana takziyah, dana konsumsi acara, donasi rohingya dan semuanya itu benar-benar tidak bisa diprediksikan. Alhamdulillah masih bisa diambilkan dari dana operasional dan rezeki tak terduga. Semoga ada rezeki tambahan lagi.. Aamiiin.

Pengelolaan keuangan ini butuh perjuangan. Berjuang untuk menahan keinginan dan berjuang untuk membedakan kebutuhan. Bahasanya panjang banget :) tapi memang begitu.

#KuliahBunsayIIP
#Tantangan10Hari
#Level8
#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari
#CerdasFinansial

Kamis, 21 September 2017

Tantangan 10 Level #8 H8

Beralih ke dunia pelayanan masyarakat (pemerintahan) membuat saya sedikit kaget. Ada beberapa hal yang menurut saya berbeda dari yang pernah saya dapatkan sebelumnya. Dari ketertiban, kedisiplinan para karyawan dan kepatuhan terhadap sop, semua masih merangkak. Memang untuk pelayanan ke masyarakat kita tidak setega di swasta. Dahulu kala jika pasien tidak bawa uang ya tidak bisa kita layani, sekarang entah bagaimana caranya kita tetap melayani.

Cerita tentang pelayanan ini, saya sendiri merasa sedikit bersalah karena tega dengan anak pkl. Anak ini mengeluhkan sakit dan ada yang menyarakan untuk periksa di tempat kami. Tetapi karena tidak punya jaminan akhirnya harus umum/bayar. Teman ada yang nanya gimana mau ditarik atau tidak? Saya dengan sedikit tega mengatakan tarik aja, toh biayanya tidak begitu mahal. Cuma 10.800 sudah dapat obat plus diperiksa oleh dokter. Kasihan juga anak pkl, tapi ya memang harus ditegasi. Pertimbangannya karena menghargai profesi masing-masing, juga untuk obat sendiri saat ini penjatahan dari gudang farmasi jauh berkurang sehingga harus beli mandiri. Cuma 'obat' tapi itu juga ada nilainya, bahkan kalau di swasta obat hilang satu butir saja kita harus ganti. Berbeda di ranah pemerintahan, belum setegas swasta. Perjalanan waktu yang akan membenarkannya, kita tunggu saja tanggal mainnya. Karena BPK mulai menaruh perhatian padanya.

#KuliahBunsayIIP
#Tantangan10Hari
#Level8
#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari
#CerdasFinansial

Rabu, 20 September 2017

Tantangan 10 Level #8 H7

Kebiasaan saat menjadi anak kos sedikit banyak berpengaruh, dan salah satu kebiasaan yang menurut saya baik adalah menanyakan harga sebelum membeli sesuatu.

Sore ini saya dikabari kalau ibu dan bapak jadi pergi ke luar kota. Karena tak terencana ibu tidak menyiapkan lauk untuk adek, dan adek pun mengabari kalau di rumah tidak ada lauk. Saya saat itu sedang menemani teman untuk kunjungan ke rumah-rumah dan kebetulan pas sampai di pucuk gunung, jadi tidak memungkinkan untuk segera pulang. Dalam kondisi lelah setelah seharian bekerja dan berkeliling gunung, saya pun memutuskan untuk membeli lauk saja yang lebih praktis. Saya pun bertanya kepada ibu penjual harga satu porsi lauk itu berapa, dan setelah selesai disiapkan bisa langsung saya bayar. Seperti telah saya katakan tadi kebiasaan ini bermula semenjak jadi anak kos.

Dahulu karena jadi anak kos keuangannya harus benar-benar dihemat maka setiap beli sesuatu tanya dulu karena takut uangnya tidak cukup. Selain itu juga untuk mencegah dibohongi penjualnya. Pernah suatu kali saya beli angkringan, dari harga yang biasanya berapa ribu pas kebetulan saya beli kok jadi beda harganya dan saya pun meminta penjualnya untuk menghitung kembali total biaya dan setelah dihitung ulang memang benar hitungan saya. Sebenarnya tidak boleh berprasangka kepada orang lain, maka untuk mencegah sesuatu yang tidak kita inginkan alangkah lebih baik kalau kita tanya dahulu. Mungkin ada yang berfikir 'cuma beli seperti itu saja kenapa tanya-tanya dulu, langsung beli saja beres' . Tapi bagi saya itu berguna untuk memprediksikan total uang yang akan saya belanjakan, jangan sampai berlebihan (kalap belanja) atau pemborosan.

#KuliahBunsayIIP
#Tantangan10Hari
#Level8
#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari
#CerdasFinansial

Senin, 18 September 2017

Tantangan 10 Level #8 H6

Pendapatan tak terduga. Sebuah keberkahan bisa tinggal bersama orang tua. Seperti pagi ini, sebenarnya sudah berusaha tidak meminta uang pada mereka namun ibu yang setiap hari saya antar bekerja tahu kondisi saya. Ibu bilang ini uang untuk beli bensin, alhamdulillah memang bensinnya sudah limit dan bisa diisi full tank. Ada suka dukanya tinggal bersama orang tua, namun jika kita bisa bersyukur maka keberkahanlah yang akan kita dapatkan (Aamiin)

#KuliahBunsayIIP
#Tantangan10Hari
#Level8
#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari
#CerdasFinansial

Minggu, 17 September 2017

Tantangan 10 Level #8 H5

Menahan keinginan. Masih berkisah seputar keinginan. Keinginan muncul saat kesempatan itu ada ditambah dengan masih ada uang yang dibawa maka tantangannya semakin berat. Saya sendiri harus menahan jika keinginan itu muncul, padahal hal tersebut memang bermanfaat. Teman menjadi salah satu godaan, karena kadang mengompori untuk beli ini itu. Seperti kemarin, saat saya berkunjung ke rumah teman di kota. Dia berkata "Ayo Mb belanja aku temenin" saya jawab baru ndak ada anggaran buat belanja. Lain waktu dia mengajak, ayo mampir sini dan saya jawab boleh tapi saya ndak belanja dan dia bilang ga mau kalau ga belanja. Masih juga belum menyerah, dia mengajak ke toko buku saya tanya mau beli buku apa? Saya belum mau beli buku jawab saya. Dan akhirnya dia menyerah, ya udah ga usah kemana-mana 😊😊😊.
Dilain kesempatan saya pernah mengajak teman saya itu untuk jajan di mana gitu. Sampai 'eyel-eyelan' kami berdebat, dan akhirnya pun saya menyerah  akhirnya makan masakan dia.
Begitulah, teman bisa menguatkan kita namun terkadang juga bisa membuat kita terjerumus untuk belanja. Yang paling penting adalah saling mengingatkan. Mengingatkan dalam kebaikan dan mengingatkan agar tidak berbuat salah.

#KuliahBunsayIIP
#Tantangan10Hari
#Level8
#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari
#CerdasFinansial